CARI DISINI DAN TEMUKAN ARTIKEL LAINNYA

1000 Alasan Mengapa Harus Menulis

Duniadigital.net - Banyak diluar sana yang membagikan tentang kenapa kita harus menulis? Mungkin ini hanya sebagai pengingat atau penyampai pesan untuk saya pribadi maupun untuk kalangan umum yang membaca artikel ini. Dari sekian banyak yang saya temukan di berbagai media, bisa saya simpulkan bahwa menulis itu bagian dari merekam sejarah lewat linimasa. Benar, Tidak?

Jawaban mungkin antara personal berbeda-beda, saya sendiri sebenarnya bukan orang yang pandai mengutarakan kata-kata lewat tulisan. 1000 alasan mengapa harus menulis, dari sebagian kalangan profesional menulis novel, artikel, buku ataupun yang lain nya, menulis itu bukan sesuatu hal sulit namun ada juga orang yang menganggap pekerjaan menulis itu berat dan membosankan. Pendapat itu tentu bukan tanpa alasan. Mereka umumnya bingung harus menulis apa dan apa tulisan yang akan dibuatnya.

Saya setuju dengan alasan tersebut. Memang, jika orang menulis tanpa tujuan, tentu saja hasilnya akan sulit dan dijamin hambar. Setidaknya menulis harus mempunyai tujuan yang jelas, ibarata kata "Mau pergi berperang harus ada persiapan, mental, fisik, senjata. berperang untuk siapa? Negara. Nah kan kita tau arah tujuan tulisan kita.
Setiap orang tentu mempunyai alasan yang berbeda-beda dalam menulis. Bisa jadi alasan itu menentukan apakah seseorang itu nantinya menjadi penulis handal atau biasa-biasa saja.
Alasan Mengapa Harus Menulis

1. Media pendidikan dan Dakwah

Zaman dahulu kala para syuhada berjuang penuh dengan tetesan darah, tak jarang para keluarga kehilangan para suaminya, bahkan keluarganya. Para Ulama, ilmuwan, professor berjuang dengan goresan pena. Mereka adalah pengemban misi untuk membuat dunia ini menjadi lebih baik, lebih berkembang. 

Banyak sekali karya tulis yang mampu menggerakkan ribuan bahkan jutaan umat manusia untuk saling mengasihi, menyayangi serta menginspirasi.

2. Menambah Networking

Bagi saya sendiri menulis itu seperti membangun sebuah piramida, dengan demikian menulis mampu memberikan peluang bagi kita untuk menjalin sebuah komunikasi, kerjasama.

3. Berbagi Pemikiran atau curhat

Sebuah ide atau pemikiran yang dimiliki seseorang jika tidak ditulis dan dibagikan ke orang lain, maka ide atau pemikiran itu akan sirna sia-sia ditelan masa.
Padahal mungkin saja pemikiran tersebut bisa membantu menyelsaikan masalha orang lain, sehingga bisa bermanfaat. Atau paling tidak tulisan bisa kita bagikan ke anak cucu kita.

Tulisan yang dipublikasikan akan dibaca banyak orang sehingga manfaatnya semakin luas. selain itu juga menulis juga membantu orang lain bertambah wawasan.

Curhat menurut Wikipedia adalah : curahan hati merupakan saat di mana satu orang mencoba untuk menceritakan sesuatu kepada orang-orang yang dianggap dekat, dan biasanya yang diceritakan itu masalah personal. Misal tentang pekerjaan, pasangan, keluarga, dan lain sebagainya. Mungkin orang akan berasumsi bahwa orang yang curhat itu butuh pendapat orang lain guna mencari solusi untuk masalahnya.

Nah menulis bisa saja ajang ungkapan hati maupun perasaan yang sedang dialami seperti penulis muda terkenal dengan novel-novel nya, yang tak lain adalan raditya dika, tak perlu lah dijelaskan siapa dia.

4. Menambah aliran dana

Pada bagian ini mungkin banyak sekali yang menyukai alasan mengapa harus menulis, yaitu menambah kas pendapatan. Seperti misalkan menulis artikel untuk blog atau ikut berkontribusi dalam penulisan artikel dengan berbagi hasil. Atau misalkan membuat buku, baik yang diterbitkan oleh penerbit maupun secara self publishing, setiap buku yang terjual akan ada royalti yang masuk ke dompet.

Tapi perlu di ingat, bahwasanya pendapatan khususnya berupa uang hanyalah sebuah dampak atau bonus untuk kita. Karena kalo dijadikan motivasi, mak tentu akan mudah cepat bosan dengan menulis, karena itu ingin segera mendapatkan uang secepat mungkin.
Percayalah Uang itu akan terus mengikuti bagi orang-orang yang layak mendapatkannya.

5. Merekam Ingatan Atau Sejarah
Merekam Ingatan Atau Sejarah

Bayangkan jika orang pendahulu kita seperti para ulama, ilmuwan, profesor tidak merekam kehidupannya lewat goresan pena nya. Apa jadinya sekarang!Mungkin kita sangat kesulitan mencari bahan referensi, SKRIPSI , mata kuliah, pelajaran sd smp sma dsb. Kita bisa menjadi pintar karena banyak belajar dengan membaca berbagai tulisan, baik berupa artikel disebuah blog, surat kabar maupun lewat buku. Bisa kita bayangkan bagaimana kalu tidak ada tulisan dimuka bumi ini, dan semuanya mengandalkan ingatan saja.
Maka ketika orang berilmu meninggal, maka ilmu yang ada di otaknya juga akan terbawa ke liang lahat.
Menulis berarti merekam sejarah. Apa saja yang kita tulis bisa menjadi pelajaran berharga bagi generasi yang akan datang. Oleh sebab itu tulisan yang kita buat sekarang bisa abadi sepanjang naskah tersebut diabadikan dalam bentuk media seperti buku atau bisa juga secara elektronik dengan menyimpannya di internet. Melalui tulisan, ketika kita sudah tiada, maka kita bisa meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi generasi mendatang.

Hakikatnya, apapun tujuan kita menulis, sepanjang itu dilakukan dengan tujuan baik, Insya Alloh akan menghasilkan kebaikan pula.

Seperti menanam pohon durian maka akan berbuah durian pula, bukan buah nangka atau jambu. Ya walaupun terkadang ada buah yang tak busuk, yaa itulah hidup...

Sedikit cuplikan hadits berikut mungkin bisa jadi bahan renungan kita:
Imam Syafi’i rahimahullah berkata;
"Ilmu adalah buruan, sedangkan tulisan adalah pengikat Maka ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat Adalah sebuah kebodohan jika engkau berburu kijang Lalu kau biarkan dia lepas pergi dengan hewan lainnya" 

0 komentar

Klik Untuk Berkomentar !